5/13/2008

usah kau lara sendiri

seperti lyrik lagu katon
bahwa tidak aku sendiri yang merasakan ini namun juta-an manusia yang sama - sama merasakan jadi aku tidak perlu sedih .
bukan aku kok yang akhirnya harus menjadi perampok, pelacur, pencuri, pencopet atau yach paling jelek adalah membunuh dirinya.
tidak ! bukan aku!
bukan aku kok yang akhirnya harus bertanggung jawab atas semua itu. karena aku tidak pernah memilih engkau.
aku benci engkau
aku benci semua yang ada bersama mu
karena kamu bodoh
karena kamu tak lebih dari pada boneka kayu

3/10/2008

mau apa, terus kemana lalu bagaimana?

hari-hari semakin menjadi tak tau mau apalagi yang pasti isi kantong harus terus terisi tak peduli dengan mereka yang tak sehati serta tak senasib.
jalan ini memang telah dipilih olehku oleh mereka yang mengenal aku maupun tak mengenal, soalnya ini semua adalah takdir. takdir tuhan mungkin telah kubeli , kutukar dengan harga diri dengan jiwa yang walau mati pasti meninggalkan wangi sebab dicuci pakai sabun mandi serta bunga-bunga setaman ditambah kapur barus biar busuk tak tercium.
aku mengenal mereka berdiri , duduk, mendengkur, terpakur, sampai waktu berlalu lalu pergi kesudut pegang polpen buat oret-oret lalu terima lembaran merah dalam amplop putih lalu pergi berlalu buang jenuh sambil melenguh menghabiskan tetesan pejuh yang selalu diproduksi oleh tubuh.
aku tak tau mengapa selalu begitu tak tau apa yang mereka mau semoga semua itu kan berlalu bersama angin lalu ,