3/10/2008

mau apa, terus kemana lalu bagaimana?

hari-hari semakin menjadi tak tau mau apalagi yang pasti isi kantong harus terus terisi tak peduli dengan mereka yang tak sehati serta tak senasib.
jalan ini memang telah dipilih olehku oleh mereka yang mengenal aku maupun tak mengenal, soalnya ini semua adalah takdir. takdir tuhan mungkin telah kubeli , kutukar dengan harga diri dengan jiwa yang walau mati pasti meninggalkan wangi sebab dicuci pakai sabun mandi serta bunga-bunga setaman ditambah kapur barus biar busuk tak tercium.
aku mengenal mereka berdiri , duduk, mendengkur, terpakur, sampai waktu berlalu lalu pergi kesudut pegang polpen buat oret-oret lalu terima lembaran merah dalam amplop putih lalu pergi berlalu buang jenuh sambil melenguh menghabiskan tetesan pejuh yang selalu diproduksi oleh tubuh.
aku tak tau mengapa selalu begitu tak tau apa yang mereka mau semoga semua itu kan berlalu bersama angin lalu ,

Tidak ada komentar: